sebuah asa

March 31st, 2008 by rahmah-f

Ketika sebuah asa nan melambung tinggi
Namun belum bertemu jua pada muaranya
Di bawah naungan impian dan harapan
Mencoba menjalani skenario yang telah dituliskanNya
Berusaha tetap istiqomah dan husnudhon padaNya
Manusia boleh punya rencana
Alloh juga punya rencana
Dan rencana Alloh-lah yang pasti terjadi
Dan pasti itulah yang terbaik untuk semua
Impian dan harapan manusia tak selamanya selaras dengan kenyataan
Dengan doa yang senantiasa terlantun
Berusaha menguatkan diri agar tetap tegar
Mengarungi berbagai cabaran dan aral melintang
Menggapai asa yang bersinggah dalam lubuk hati
Semoga Alloh senatiasa beri petunjuk dan pertolonganNya
Hingga diri tetap selalu teguh di jalanNya. Amin..

*dikala diri mencoba meraba arah dan makna atas skenarioNya… disaat asa terasa mulai lelah mengikuti prasangkaan-prasangkaan hati untuk menghibur diri…

Tentang Hidup ini..

February 25th, 2008 by rahmah-f

Hidup…..

Ternyata hidup itu hanya untuk diri kita sendiri….

Hidup itu untuk membuat diri kita sendiri bahagia….

Untuk apa hidup bila hanya membuat diri sendiri tersiksa….

Tetapi bagaimana untuk membuat agar diri sendiri bahagia….???

Ya kita memang butuh bantuan orang lain untuk membuat hidup terasa bahagia….

Dengan membuat orang lain bahagia merupakan bagian dari kebahagian diri kita sendiri….

Tapi terkadang kendala2 hidup membuat kita jatuh & bangun….

Ya, hanya sebuah impian yang akan membuat kita bersemangat kembali untuk berjuang mencapai kebahagian…. Dengan impian kita akan bangkit kembali dari keterpurukan… .

Mengejar harapan dan menggapainya… ..

Setelah semua impian dan harapan hidup tercapai semua apa yang selanjutnya dilakukan…??? ?? Hanya dua hal…..

    * yaitu mempertahankannya dan membuat impian baru.

Hanya dengan dua hal itu kita dapat memaknai arti sebuah hidup dan perjuangan.

Setelah itu semua berlangsung…. . hanya tinggal satu pilihan yang cepat atau lambat kita akan tiba pada saatnya…..Yaitu itu kembali kepada Nya.

Diriku saat ini hanya seperti angin yang bertiup kesana kemari dan tidak dapat menetap disatu tempat, tidak seperti pohon atau daun.

Tapi satu hari nanti aku akan menjadi seperti pohon dan daun yang menetap, tumbuh, dan layu bersama hingga tutup usia hidup…. Yang ingin kulakukan hanya ingin membantu membahagiakan orang lain dan diriku sendiri,… karena dengan itu diriku akan tau tentang makna hidup….dan akhirnya kembali kepada-NYA.

Ya, hari ini aku telah belajar dari diriku sendiri bersama orang lain yang pernah menjadi Sahabat2ku. Ana hanya bisa mendo’akan semoga kalian semua di sana baik2 saja

Ingat saudaraku, Jalan Dakwah masih panjang walaupun ujian itu ada, jadikan Ujian itu membuat kamu semakin Dewasa dan lebih bijak. Selama masalah itu masih ada pada diriku, dirimu, n buat semua manusia itu membuktikkan bahwa Qta masih bernafas. Bukankah masalah itu juga merupakan pembelajaran agar Qta dapat memecahkan masalah itu sendiri. Klo ada orang yang mengatakan dirinya tidak pernah punya masalah sesungguhnya dia itu menentang ketentuan Allah swt. hanya saja tingkat masalah orang itu beda-beda jadi pemecahannya juga beda2
So saudaraku, jangan melihat Masalah hidup itu hanya dari satu sisi, tapi lihatlah sisi yang lainnya. bukankah setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan (QS.Al-Insyiroh)
Keep Spirit n Tetap Tersenyum… walaupun masalah itu begitu berat dan Ikhlaskanlah menghadapi Masalah itu yakinlah bahwa ketika masalah begitu berat sesungguhnya pertolongan Allah swt sudah dekat saudaraku :) Wallahu’alam

sumber: milist kammiMipa@yahoogroups.com

Sahabat Sepanjang Masa

February 13th, 2008 by rahmah-f

Pada setiap masa dalam hidupku, selalu ada orang2 yg memiliki kedudukan penting di hatiku..

Meraka adalah teman..ato tepatnya sahabat…

Entah kapan mulainya, tp sejak kecil, aku memilki sahabat..ada yg seumuran denganku, lebih tua dari ku ato lbh muda dariku. Dan mereka selalu memberikan pengaruh dalam hidup ini, dalam sikpaku, pandanganku dan cara berpikirku..semuanya.

Ketika SD, sahabat adalah orang2 dmn aku srg bermain bersama dgnya, yg padanya aku bercerita ttg apa aja, keceriaan, kekesalan, kesedihan juga kejadian2 di sekiling kami,

Sahabat masa SMP bukan lagi teman bermain, namun padanya aku berbagai suka dan duka, teman nge-gang dan tmn ngobrol apa aja. Bersama mereka aku masih tertatih mencari jati diri.

Pada waktu SMU, sahabat sudah bukan lagi tmn bermain ato tmn nge-gang, namun sahabat yg padanya aku bs bercerita ttg cita2ku, mimpiku dan permasalahan2ku. Bersama mereka aku berbagi aktivitas, tugas dan kebahagian..dan mulai menemukan jati diri ini, meski masih mudah rapuh dg kondisi dan keadaan sekitar.

Masa kuliah, Subhanalloh, aku merasakan bnr2 keindahan sebuah ukhuwah fillah..jalinan persaudaraan yg terjalin krn Alloh semata..dalam masa itu aku mulai mencicipi nikmatnya jalan bersama dalam perjuangan dakwah ini. Karena mereka, aku bs menjadi seperti ini.

Dengan mereka, qt saling mengingatkan akan kebaikan, saling meneguhkan ttap dalam kesabaran..membantu bangkit kembali, ketika diri sedang futur…

Tentu saja, dalam kehidupan, lika liku pertemanan juga selalu ada.

Dulu ketika msh masa kecil, aku merasa sedih ketika sahabat2ku pergi dg orang lain, sedang aku tidak diajak. Aku merasa tersisih.

Dulu ketika makin besar, aku masih sering nangis ketika mereka tidak bisa menemaniku dan tak mau tau aku mengalami hal2 yang berat ato bahkan ketika mereka tdk ingat hari ultahku..

Padahal tentu saja aku tau, mereka pny tmn yg lain, dan berhak pergi dg siapa saja, tidak bisa sepenuhnya meluangkan waktunya untukku. Tp ttp saja, aku sedih. Sedih sekali.

Terhadap mereka aku buatkan kamar2 tersendiri dalam hatiku..masing2 memiliki kamarnya sendiri2. Jika ditanya siapa yg paling istimewa?maka jawabnya : semua. Karena masing2 unik. Spesial bagiku. Dan tak tergantikan.

Setia kali mereka pergi dari kehidupanku, pintu kamar itu aku tutup rapat dan kukunci, tak boleh ada yg mengisi. Sewaktu2 aku akan menengok kamar itu dg segala kenangan yg telah kami lalui bersama. Aku berharap suatu saat nanti, mereka akan kembali dan menjadi bagian hidupku lagi, hingga aku tinggal membuka pintu kamar hatiku itu dan mempersilahkan mereka masuk.

Namun toh, akhirnya mereka satu persatu pergi dari kehidupanku… Seiring dg perputaran waktu, entah karena jarak atao karena kesibukan aktivitas dan karena mereka harus dan telah memiliki kehidupan baru, yg berarti hadirnya sahabat dan aktivitas2 baru.

Memang sudah sunatulloh, tiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. ..

Dan tiap perpisahan itu, aku selalu berurai air mata.patah hati.

Cukup lama aku beradaptasi dan mengenang mereka..sampai akhirnya aku menemukan sahabat baru dan menutup episode dg sahabat yg telah pergi. Padahal aku selalu ingin punya sahabat sepanjang masa..dengan bertambahnya usia, makin banyak yg hadir dalam hidup ini..Setelah mereka hadir, akhirnya selalu ada saat mereka harus pergi…

Kini…baru aku tersadar, ketika  semua kamar di hatiku sudah terkunci karena ditinggal penghuninya…aku msh punya sahabat yg lain, Sahabat yg tak kan pernah meninggalkanku, tapi mungkin justru aku kdg seringkali mengabaikanNya.

Sahabat yg menawarkan rengkuhan-Nya tiap aku bersedih dan terluka hati.

Sahabat yang tak perlu aku cemburui, ketika Dia memberi perhatian pada yg lain, karena itu tak akan pernah mengurangi perhatianNya padaku

Sahabat yang tdk pernah bosan mendengar keluhan curhatku dan pasti tersenyum penuh motivasi jika aku bercerita ttg mimpi dan cita2ku.

Kini, aku tak perlu lagi takut ditinggalkan, karena keberadaanNya tak bsa dibandingkan dg panjangnya usiaku.

Kini aku tak perlu lagi khawatir patah hati dan tak perlu lagi berulang kali berurai air mata ketika aku harus mengunci sebuah pintu kamar dalam hatiku dan membuka ruang baru. Aku tak perlu lagi membuat ruang di hatiku untukNya, karena Dia meliputi seluruh ruang di hati ini

Dan kini aku bahagia karena tak perlu merasa kesepian, seandainya aku harus sendirian, karena Dia senantiasa menemaniku dimanapun aku berada. urusanNya dg yang lain takkan mengurangi perhatianNya padaku, ketika aku mencoba sll mendekatiNya.

‘aku jauh, Engkau jauh…aku dekat, Engkau dekat’

Dialah sahabat sepanjang masa yang senantiasa mengulurkan tanganNya menyambutku untuk kembali kpd keridhoanNya..

Dialah Alloh SWT..

Antara Si To The Point dan Si Penjaga

January 30th, 2008 by rahmah-f

Menanggapi buletin dari seorang teman yg berjudul "pilih singkong dalam kenyataan ato roti dalam mimpi"

Karena aku tahu, awal mula kisah dalam buletin itu (hehe…), aku jd terinspirasi menulis judul ini..

Dalam sebuah buku yg klo ga salah karangan Asma Nadia yg berjudul "Siap Siap Nikah" ada sebuah bab menarik…ttg sikap ketika mengahadapi ‘virus merah jambu’ alias seorang yg merasakan tumbuhnya rasa cinta pada lain jenis, namun ia tdk ingin terjerumus dalam hal2 yg tidak diridhoi Alloh SWT.

Yah..ada 2 tipe orang dalam menghadapainya yg sebenarnya inti tujuannya sama, yaitu bukan untuk berpacaran alias bagi mereka yg sdh ngerti ttg larangan mendekati zina, dan akan mengabadikan rasa cinta tersebut dlm sebuah ikatan suci bernama pernikahan.

‘Si To The Point’ ia adalah seorang yg ketika merasakan virus tersebut mulai merasukinya, ia ingin tetap menjaga izzahnya, tanpa mengotori hatinya. Ia akan segera berusaha mencari cara untuk dapat langsung mengungkapkan perasaannya tersebut…bisa lgs datang menemui seorang yg disukainya tersebut dan berkata’ will you merry me?’..hehe..Apapun jawabannya, paling tidak ia sudah dapat kepastian dan perasaannya tersebut tidak lagi menyiksanya.

Tapi yg lbh afdhal ya lwt perantara untuk mengungkapkan keinginannya meminang sang kekasih hati tersebut..untuk lebih berhati2 menjaga hati…

Seperti kita tahu syetan sll ada dimana2, dan akan berusaha mengambil celah2 kelemahan kita..termasuk melalui hati, yg srg gak terasa bisikan syetan tersebut tlh mengotori hati kita yaitu dg melakukan perbuatan yg tdk diridhoiNya..kata seorang teman

’seorang yang bisa dibilang senior dalam hal pengetahuan agamanya, maka syetan yg berusaha untuk menggodanya jg syetan yg senior jg’

So kita harus senantiasa berlindung dari godaan2 syetan tsb…hindari celah2 terkecil sekalipun yg dpt membiarkan masuknya bisikan2 syetan tsb.

Karakter kedua adalah tipe ‘Si Penjaga’ yakni seorang yang takut untuk mengungkapkan perasaan cintanya tersebut, maka ketika ia tahu ia sdh mulai terserang virus merah jambu tersebut, ia akan berusaha keras untuk membuang jauh2 perasaan tersebut, dan tak akan mengungkapkannya..Meski mungkin di awal2 usahanya untuk membuang perasaan tersebut, rasa cinta yg ia pendam itu tentu akan begitu menyiksa hari2nya. Karena ia tdk tahu apakah orang tersebut jg mempunyai rasa yg sama ato tidak sm skl. Mungkin klo blh berharap, dia hny berdoa semoga kalo mmg dia jodohku, ya datangkanlah ia padaku pada waktunya nanti..Dia tak ingin mengotori hatinya dengan memikirkan orang yg disukainya tersebut. Biarlah ia simpan sendiri bahwa ia pernah menaruh hati pada orang tersebut dan kemudian berusaha melupakannya.

Sebenarnya solusi bagi kedua karakter tersebut hanya 1 : Pasrahkan semua hanya pada Alloh..siapapun nanti jodoh kita, itu adalah yg terbaik dari ALLoh, mungkin bukan orang terbaik menurut kita, namun pasti dialah yg paling tepat untuk kita dalam pandangan Alloh.

Jadi ketika ’si to the point’ mengungkapkan perasaannya dan ternyata ditolak ato proses tersebut gagal, maka ia sdh lega sdh tahu kepastian langkah yg hars ia kerjakan kedepan. Bahwa ia mngkn blm jodohnya..pasti Alloh sudah mempersiapkan seoarang yg jauh lebh baik untuknya.

Untuk ‘Si Penjaga’ pun ia tdk akan berlarut2 dalam penyesalan ketika ternyata perasaan yg dl ia pendam itu, sebenarnya jg dirasakan oleh orang yg disukainya tersebut (sama2 suka), namun kondisi tdk memungkinkan lg untuk melangkah ke pelaminan karena tyt harapan itu sdh dibuang jauh, dan ia sdh menerima khitbah dari orang lain dan akan segera menikah..Yakinlah bahwa jodoh mmg rahasiaNya..klo kejadian kayak gitu, ya berarti belum jodoh. namun kalo jodoh ya pasti akan saling ditemukan dg skenario Alloh yg indah..

Masih menanggapi buletin tersebut, mngkn benar ya kata tmn cowok tsb, dia pilih singkong dalam kenyataan , meski pahit tapi sudah lega karena dapat kepatian. Sedang tmn cewek blg gak akan pernah pilih itu, ia akan pilih roti aja, meski dlm mimpi. Knp? Karena sdh lumrah dlm adat timur, (meski tdk harus sepeti itu) bahwa cowok biasanya cenderung lebih berani menawarkan diri mnikahi seorang cewek yg disukainya…sedang cewek cenderung untuk menunggu siapa nanti yg datang melamarnya…

Yah..apapun itu, marilah dari sekarang kita berusaha makn memperbaiki diri, ketika ingin dapat yg terbaik dari Alloh..persiapkan diri menghadapi hal2 yg pahit sekalipun, karena hidup ini indah karena penuh warna, ada hitam ada putih, Ada saatnya kita mencicipi manisnya buah sebuah tindakan, namun terkadang kita juga harus bisa menelan pahitnya sebuah keputusan..

Chayo..semangat !!!

Menikah..Butuh Komitmen, Bukan Hanya Cinta

January 28th, 2008 by rahmah-f

"Cinta bisa hilang atau memudar ..namun tidak begitu halnya dengan komitmen.."

Kata2 tersebut aku temukan dalam salah satu buku Asma nadia, "Kisah Seru Pengantin Baru".

Sungguh kata2 yg cukup berkesan skl bagiku..aku teringat suatu pertanyaan yg pernah diajukan seorang teman padaku

"kamu memilih menikahi orang yang kamu cintai, ato mencintai orang yang kamu nikahi?"

Saat itu..sempat bingung juga, enak kali ya, menikah dg seorang yg qt cintai. Di lain pihak, muncul tanda tanya juga, siap ga ya, ketika aku blm mencintai ketika akan menikah dengan seseorang itu?

Selama ini berharap suatu saat dapat menikah  dengan cara yg syar’i. semoga aku nanti menikah tidak hanya karena nafsu belaka ato emosi sesaat, namun benar2 adalah karena Alloh,untuk menggenapkan setengah din ini, memenuhi sunah Rosul, untuk senantiasa meniti di jalanNya yg diridhoiNya.

Dalam doaku, semoga seseorang yg menjadi belahan jiwaku nanti adalah seseorang yg Alloh ridhoi agama dan akhlaknya.

Jika waktu itu tiba,  aku bisa saja menikah dengan orang yg belum pernah aku kenal sama sekali… Otomatis aku harus siap ketika aku harus berusaha mencintai orang yang dinikahi..meski harapannya, semoga ketika  menikah , aku sudah mencintainya :)

Yah..setelah baca buku itu, ada satu point yg dpt aku ambil…bahwa pernikahan tidak hanya butuh sebuah cinta, namun yg lebih penting dari itu adalah sebuah KOMITMEN…jadi perlu kita tumbuhkan kesetiaan dan keteguhan pada komitmen untuk membangun rumah tangga dakwah tersebut, baru kemudian janji Alloh akan turun. kita akan dihadiahi cinta dan hormat. Sakinah, mawadah, warahmah..

wajah yg tidak cantik atao tidak tampan, akan tertutup oleh keinginan menyempurnakan ibadah, sebab masih ada kebaikan yang diberikan pasangan kita..

Sebab dialah jodoh terbaik yang Alloh datangkan untuk kita.

Tapi komitmen juga harus tetap selalu dipelihara..kata mbak Asma. yah..jadikan pasangan sebagai sahabat, mitra dan teman bersaing dalam fastabiqul khoirot, ladang dakwah dan amal…

Setelah baca buku tersebut, insyaAlloh aku dah dapat berikan jawabannya..

mencintai orang yang kita nikahi… (kalo ada pilihan lagi, menikahi orang yang mencintaiku dan kucintai, aku jg mau..amin.hehe.. )

Siapapun yg aku nikahi kelak, ketika sudah masuk dlm sebuah ikatan pernikahan, tentu qt harus berusaha berikan yg terbaik untuk pasangan hidup kita tersebut…aku akan berusaha untuk mencintainya karena Alloh…

Yah, karena kita (apalagi aku sebagai kaum hawa) adalah seorang yg cenderung untuk dipilih, bukan memilih..

Aku tidak tahu dengan siapa nanti akan menikah, tp ketika sudah ikhtiyar dan tak lupa sll dlm iringan doa, aku hanya dapat menunggu sebuah proposal datang dari seseorang yang menawarkan diri untuk mendampingi perjuanganku dalam mengarungi kehidupan ini, dan kemudian minta petunjukNya melalui istikharoh..mantapkan diri dengan komitmen bahwa menikah adalah untuk ibadah…

"Robbana hablana min azwajinaa wadurriyatina qurrota a’yunii waj’alna lilmuttaqiina imaama.Amin…"

chayo :)

Detik-detik Terakhirku di jakarta…

January 21st, 2008 by rahmah-f

Hari ini, pagi yg cerah..tiba2 ada sms masuk "ada info, qt magang sampai pertengahan Februari. Pemberangkatan ke daerah bergelombang smp bln Maret, tdk brg2.tergantung daerah msg2. qt dikasih wkt 1 mng u/ drmh sblm brkt "

Ups…tiba2 dada ini trasa sesak bgt, dan trasa ada yg membuncah ingin keluar dr pelupuk mata ini… yah..meski info itu msh blm tentu kebenarannya. Krn srg ad simpang siur berita ttg ini..

tp yg pasti aq rasakan saat ini,..tyt, ktk waktu itu mkn dekat, baru terasa sedih juga. aq sbntr lg akn mninggalkan Jkt ini, meninggalkan semua tmn2 dan saudara disini, lbh2 yg plg membuatku trasa, tdk lm lg berarti aq akn mkn jauh dr ortu dan keluarga.. Ga tau knp kyknya terasa berat bgt..pdhl dl wkt pengumuman penempatan, dan aq berhasil dpt pilihanku di Kalbar, rasanya ada secercah kebahagiaan. krn bpk ibu dan keluargaku tentu saja ridho dan seneng aq dpt penempatan disana, krn ada kakak kandungku tugas disana.

tp kini, ktk tb detik2 menjelang keberangkatanku…

aq bingung tb2 trasa sedih bgt… trasa ingin mngulang waktu dl, aq msh sekolah msh brd dkt dg keluarga, byk tmn2 semasa kuliah dan meski diJakarta, tp msh 1 pulau, msh bs srg2 pulang klo kangen pgn plg.

Tp sebentar lagi….. aq akan ke Kalimantan..sebuah pulau yg belum pernah aq injak sebelumnya aq blm tau gmn disana..apakah aq akn menemukan komunitas saudara2 spt saat disini?

aq pasti akan merindukan saudara2 disini, tempat kami slg berbagi dlm suka dan duka..saudara2 yg sll meneguhkanku ktk aq sdg futur, saudara2 yg siap membantuku berdiri lagi, ktk diri sedang jatuh…

Hff..meski ada kakak disana, tp kalimantan adl sebuah pulau yg luas.. blm tentu nnt dpt daerah yg dkt kakak. bahkan meski 1 propinsi, ada yg hrs dilalui dg pesawat..

yah..aq hny berdoa aja, dmnpun nnt mg dpt t4 yg Alloh berkahi. amin.

yah.. Jakarta…tyt ckp memberikan kesan tersendiri.. klo suruh milih, mgkn saat ini aq akan blg, mgkn mending di Jakarta klo dibanding didaerah ya? Terkadang muncul rasa khawatir..gmn kl ntar aq disana sendiri?gmn klo dirumah ada apa2? bgmnpun ga spt Jakarta-Magelang yg bs lgs diburu cepet plg. diKalimantan, meski ad pesawat, ttp ada jdwl pemberangkatn yg qt ga tau pastinya, bs cpt bs gak..

semoga semua lekas berlalu..aq yakin ini salah satu skenario Alloh buatku. pasti ada hikmah dibalik semua ini…

Bismillah…aku akn meninggalkan jakarta menuju Kalimantan barat.. semoga esok menjadi lebih baik.amin

**mhon doa tmn2 semua. afwan atas sgl khilaf slm kebersamaan qt.. Afwan, jk blm bs jd saudara yg baik… Terima kasih atas ukhuwah slm ini..trm kash atas sglnya…

Apa ini ‘dejafu’ ??…

January 20th, 2008 by rahmah-f

Di saat penyerahan form pilihan daerah penempatan dah pada batas akhir, dengan mantap aku menuliskan Kalbar sebagai pilihan pertama. Ini tidak lain adalah karena alasan ada yg mengajakku untuk penempatan disana…

Eit..tp jgn berpikir macam2 dulu. Yg mengajak itu tak lain adalah masku, kakak kandung laki2ku satu2nya. Kebetulan mas lulusan STAN dan dapat tugas di Pontianak, Kalbar.

Yah, dengan pertimbangan dari ortu juga, "kalo mmg smp penempatan belum nikah, ya mending ke Kalbar aja. Ada mas" begitu pendapat ortu yg berharap ketika di daerah nanti (apalagi ank perempuan) ada yg jagain..dan setelah aku timbang2 juga, aku makin mantap menetapkan Kalbar sebagai pilihan pertamaku. Sedangkan pilihan kedua dan ketiga, aku asal aja yg penting msh dkt2 jawa.

Akhirnya ketika tiba waktu pengumuman penempatan…

Kalbar-lah mmg daerah penenmpatan kerjaku. Ada rasa bahagia waktu itu. Tentu saja karena itu pilihan pertamaku. Mas dan Ortu juga ikut bahagia ketika aku mengabarkan berita itu…

Namun ga tau knp, di hati kecilku terselip cita2/keinginan cm sebentar saja tugas disana, pgnnya 1 ato 2 tahun sj….

Mngkn hal ini jg karna bagaimanapun aku punya cita2 nantinya suatu saat nanti bisa ga di kalimantan barat terus…meski tidak harus balik ke Magelang Ato Jateng, . (ya kemanalah, tp ga sendiri alias bersama suami nnt klo jdh dh ada yg dtg , syukur bs ke Pulau Jawa..hehe )

Aku jadi merasa kayak ‘dejafu’,..

Aku ingat masa2 ketrima UGM dl, awalnya ada rasa bahagia karena bs lulus SPMB, pilihan pertama. Namun disisi lain, sebenarnya itu bukan cita2ku. aq  pgn masuk STAN atao STIS, karena aku ga ingin repot2 cari kerja setelah lulus, liat perbandingan masku yg di STAN dan mbakku yg lulus PTN (hehe…pola pikir dlu masih agk kekanak2an, pdhl rejeki sdh diatur ya

Dari sjk awal ditrima itulah, dah ada azzam yg kuat dr dalam diri yg hny kupendam, bhw aku disini -UGM- ga lm, cm 1 tahun ini, tahun depan aku akan nyoba dftr STAN dan STIS lg. dan tryt dg ijin Alloh dan azzam tsb serta tak lupa usaha dg belajar Ujian masuk STAN/STIS disela2 belajar UAS di UGM, alhamdulillah aku bs ketrima di STIS (dan kini sdh lulus. tp ga tau jg ya, emg ada ga ya dejafu pengalaman kyk gini..

Bener2 kyk ‘dejafu’..

Tp insyaAlloh saat ini, aku dah ikhlas dan ridho penempatan di Kalbar…

Ketika sdg gelisah, nantinya dapat daerah mana ya? Jangan2 jauh dari masku?? Mending dl gak milih Kalbar, nanti disana sendiri gmn, nanti klo bgn, nanti klo bgt… aku baca Alqur’an . dan subhanalloh pas banget aku dapet ayat

"..Robbi Anzilni munzalan mubaarokan waanta khoiru munzili" Yg artinya kurang lebih "ya Robbi tempatkanlah aku di tempat yg Engkau berkahi. Sesungguhnya Engkaulah sebaik2 pemberi tempat"

Lgs aku beristighfar, ini mngkn emg dh scenario Alloh, pasti ketentuanNya yg terbaik buat semua. Dimanapun nanti dapat daerahnya, smg itu adlh yg Alloh berkahi. Amin.

* bismillah..Kalbar aku datang :)

Kapan…?

January 15th, 2008 by rahmah-f

“Ya Alloh, kuatkanlah hamba dlm menghadapi sgl ujian ini… Lindungilah hamba dari fintah dunia dan akhirat…”

Smkn bertambah usia seseorang, maka terasa smkn byk jg hal2 dan permasalahan yg harus dihadapi…mungkin dengan masalah2 tsb, Alloh ingin mengetes kita siapa yg bijak dalam memecahkan solusi tsb. Denga ujian tsb, apakah mkn mendekatkan diri padaNya ato justru ia makin menjauh dariNya..

Ujian saat ini, disaat usia dah mo ¼ abad adalah pertanyaan kapan…? Bukan kapan pulang ato kapan milad, ato kapan yg lain. Tapi… “kapan menikah?” Sebenarnya pertanyaan biasa, tapi karena bgtu sering mampir ditelinga, jd kepikiran juga… :) makanya pingin nulis ttg itu.

Mungkin reaksi orang akan beda2 menghadapi pertanyaan ini. Ada tipe org yg sensi ato marah klo ditanya ttg ini…ya, tp ada jg yg tenang2 aja. sebenarnya buat apa marah ato sensi? Kata mbak Asma Nadia dalam buku “Siap-Siap Nikah”, jawab aja “insyaAlloh..segera”

Ya, bener juga. Kan arti jawaban itu, berarti jika Alloh menghendaki, kita akan segera menggenapkan ½ din itu. Siapa tahu juga ketika kita meng-amin-i, malaikat ikut mendoakannya dan kita bener2 bisa menyegerakan… ga usahlah diambil pusing dan marah2. Kan mmg jodoh adalah salah satu takdir Alloh yg ga bisa diubah, dah jd suatu ketentuanNya yg pasti bahwa kita semua diciptakanNya berpasang2an…jodoh kita dg siapa dan kapan waktunya, apakah dipertemukan di dunia ini atokah di akhirat nanti, itu semua adalah hak perogratifNya.

Jadi, seperti juga kelahiran dan kematian, jodoh adalah rahasia Alloh yg mungkin terkadang gak disangka2 datangnya… Yg pasti yg perlu diingat, meski jodoh ditangan Alloh, kita tetap harus ada usaha (ikhtiar) juga untuk dapat meraihnya. “Kalo kita diam saja, ya tetap ditangan Tuhan…” kata seoarng teman. Tp tetap usaha yg dilakukanpun harus dg cara yg syar’i, tetap dalam ridhoNya.. jangan sampai justru dengan cara2 yg dilarang Alloh. Jangan smp mendekati zina (pati dah tau smua kan ayatnya?)

Ya, kalo mmg dah ada pandangan, lakukan istikharoh dan kalo dah mantap, datanglah segera secara baik2 ke orang tua untuk mengkhibahnya… Sampai tahap diterima pun jangan berhenti istikharoh, mhon petunjuk yg terbaik dari Alloh…mhon dimudahkan jalannya.. Kalo mmg jodoh, insyaAlloh akan jadi smp ke pelaminan, tp kalopun nggak jd, ya tetap jgn putus asa..pasti ada hikmah dibalik kejadian itu. Alloh lebih tau yg terbaik untuk kita.

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Alloh Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh:216)

Mungkin dia yg kita inginkan, bukan yg terbaik untuk kita menurut Alloh. Mungkin Alloh tlh mempersiapkan seseorang yg jauh lebih baik untuk kita. Ketika kita berusaha memperbaiki diri, insyaAlloh Alloh akan memberikan yg baik juga untuk kita

“wanita2 yg keji adalah untuk laki2 keji, dan laki2 keji adalah untuk wanita2 keji, dan wanita2 yg baik adalah untuk laki2 yg baik dan laki2 yg baik adlah untuk wanita2 yg baik pula…” (QS. An-Nur:26)

Ada kisah nyata lho dari seorang tmn, ada seseorang yg dah mo nikah, tinggal beberapa hari aja. Tyt ada seorang wanita yg datang mengaku sudah dihamili sang calon suami. Dan pernikahan itu terpaksa harus dibatalkan.. dan ternyata tak lama setelah itu, ia mendapat ganti seorang yg jauh lebih baik dari calonnya yg dulu.

Ya, sunnguh Alloh Maha Mengetahui yg terbaik..

So, percayakan semuanya pada Alloh…

“jangan pernah tll berharap pada manusia, namun berharaplah hanya pada Alloh…”

Hadapilah pertanyaan “kapan?” dengan senyum.. “insyaAlloh segera…”

**keep istiqomah, terus memperbaiki diri untuk gapai ridhoNya..

Ayat-Ayat Cinta Dari Nya…

January 13th, 2008 by rahmah-f

“boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat baik bagimu. Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat buruk bagimu…” (QS. Al Baqoroh:216)

Seperti tersadar dari keluhan2 waktu aku membaca terjemah Alqur’an pas di ayat tsb…

Waktu itu aku mmg lg sdkt berkeluh kesah dg suatu kondisi. Dmn aku merasa ga enak dan menyesal thd suatu keputusan yg aku ambil. Waktu itu aku merasa benci dg keadaanku saat itu.. Disaat kesedihan itu, aku coba buka Alquran terjemahan…aku ingat pesen seorang kakak. Bahwa Alqur’an adalh surat cinta dari Alloh. Sungguh didalamnya terdapat penyembuh bagi segala kegelisahan. Didalamnya ada obat bagi permasalahan yg kita hadapi. Dan memang tepat sekali …Alqu’an adalah penyembuh bagi hati-hati yg sedang merindukan kebahagiaan, kedamaian dan ketenangan jiwa. Sebab saat itu aku bener2 tersentak dan tersadar atas kekhilafanku menangisi apa yg sudah ditetapkan Alloh, setelah mabaca ayat dalam Alqur’an tersebut. Mungkin saat itu, dengan ayat tersebut Alloh ingin menunjukkan padaku, bahwa katika aku membeci sesuatu -keadaan saat itu- aku tidak tahu padahal itulah mmg yg terbaik dari Alloh untukku. Dan mungkin ketika aku mengharapkan sesuatu yg lain, mungkin justru itu adalah buruk buatku…

Bukan hanya itu, ketika di satu waktu dimasa skripsi, disaat aku sedang mengalami sesuatu kekhawatiran, kegelisahan dan kesedihan karena suatu masalah yang kurasa cukup berat, kembali Allohpun menunjukkan obat bagi permasalahanku itu melalui ayat Nya

“…dan barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pulabersedih hati” (QS. Al A’raf : 35).

Subhanalloh, kembali aku menangis membaca ayat tersebut. Aku tersadar bahwa aku hrs bersabar mnghadapi ujian ini. Aku ga boleh khawatir dan bersedih…

Dan yg baru2 ini aku alami.. aku kembali dibuat ta’jub dg ayat2 cinta dariNya dalam Alquran

“Robbi anzilni munzalan mubaarokan, waanta khoiru munzilin..” yg artinya “ Ya Alloh tempatkanlah aku di tempat yg Engkau berkahi. Sesungguhnya Engkaulah sebaik2 pemberi tempat…”

Yah..saat itu aku sdg memikirkan ttg daerah penempatan kerjaku nanti. Meski sudah dapat di Propinsi sesuai pilihan, namun aku msh khawatir nantinya dapat kabupaten mn dan gmn keadaan disana, gmn orang2nya dan gmn klo begini, gmn kalo begitu..…

Dengan ayat tersebut, tersadarlah aku, semua aku kembalikan pada Alloh… di t4 yg diberkahiNya.

Sungguh, aku merasa bersyukur atas petunjuk2 Alloh slm ini, atas pertolongan2Nya lwt ayat2 cinta dariNya. Alhamdulillahhirobbil ‘alamin….

*Jakarta, 12Jan08 (dimasa2 penantian keberangkatan ke daerah..)

Wanita solehah…**

January 9th, 2008 by rahmah-f

Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku. ” Kata Ukhti Liana, mentor rohaniku ketika SMA.

Ia melanjutkan ceritanya “Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. ”

“iya, terus kak..?” kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.

“Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya” Cerita ukhti Liana.

“Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!

Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. ” kata ukhti Liana.

“wah, kalau begitu jadi wanita harus hati-hati ya..!. ” celetuk salah satu temanku.

“Hmm, .apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, kak? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga. Gitu ya, kak?” kata temanku.

“ Benar, Seperti janji Allah SWT, “Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26). Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji. ” penjelasan ukhti Liana.

***

Empat tahun berselang.. diskusi itu masih mengena dihatiku. Hingga pada suatu malam, pada suatu muhasabah menyambut usia yang bertambah, “Pff, Ya Allah… Tahu begini, Aku malu jadi wanita. ” bisikku.

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu.

Sebelum

Ia

ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun.

Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. “aku malu menjadi wanita!”

Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.

Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, dalam waktu 19 tahun ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.

Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehannya akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.

Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah..”

**diambil dari suatu sumber..(af1 lupa namanya…dh lm di archieve pribadi